Hari Minggu besok, si abang dan adek Egi mau mudik, dan ini akan menjadi ajang mudik yang pertama buat mereka berdua. Tentu saja mereka excited sekali mempersiapkan keberangkatan nanti, walaupun demi mudik mereka terpaksa mbolos sekolah seminggu lamanya. Karena ada rencana mudik inilah, kemarin sore saya berkunjung ke rumah mereka, sekalian numpang mandi hehehe sebenarnya numpang mandi tujuan utama kali ya hahaha ….(pssttt.. inilah nasib pengontrak yang tidak pakai PAM, jadi kadang2 airnya bagusss tapi lebih sering engga hiks)
Ngobrol ngalor ngidur eh tiba-tiba mamanya memeriksa tas sekolah abang, dan lagi-lagi menemukan kotak pensilnya yang kosong melompong. Kejadian seperti ini sebetulnya sudah sering terjadi, bahkan ketika mereka dititipkan di warnet dulu pun, ‘keributan’ antara mamanya dan si abang soal kotak pensil yang kosong sering terjadi. Saya kira kejadian itu sudah tuntas eh ternyata belum.
Pelan-pelan mamanya mbujukin si abang agar mau cerita bagaimana kejadian di sekolah sehingga kotak pensilnya selalu kosong. si abang beda sekali dengan adek Egi yang tidak usah ditanya selalu menceritakan kejadian apapun di sekolahnya, sehingga yang menjadi orang tua enak saja, dan tak perlu usaha ekstra untuk bertanya lebih banyak, dan tak perlu pula memikirkan cara bertanya yang kreatif agar si anak mau menjawab pertanyaan. Mamanya hampir kehilangan kesabaran ketika akhirnya si abang menjawab juga.
Jadi rupanya ada satu teman sebangkunya yang entah kenapa demen banget meminjam pensil dan penghapus si abang. Dan tentu saja anak itu entah sengaja atau tidak, dia tidak pernah ingat mengembalikannya. Bahkan berani pula meminta uang jajan si abang, tapi untuk yang satu ini si abang masih cukup berani untuk tidak memberikannya. Kami tentu saja ingin tahu bagaimana reaksi dia menanggapi anak itu ketika uangnya diminta. Tapi si abang cuma cengar cengir aja. Akhirnya saya dengan gemas menebak, jangan-jangan abang cuma diam saja waktu dia minta uang abang? Eh tiba-tiba dia tergelak menjawab : IYA! Haahahaha ….
Menurut saya yang belum berpengalaman ini, jika si abang sanggup diam saja ketika uangnya diminta, sepertinya itu pertanda si abang cinta damai, dan sabar?! Benar ga yah? Saya katakan cinta damai karena dia malas menanggapi, jadi ya mending didiamkan? Begitu ga ya yang ada di benak si abang? Tapi kenapa kalau pensil dan penghapusnya diambil dia diam saja? Kalau untuk kasus ini tidak tepat rasanya jika dikatakan abang cinta damai ‘kan?
Tapi saya perhatikan dia sepertinya mengharapkan ada orang tua yang menghadap ke gurunya, karena mamanya menyarankan agar dia memberitahu ke guru jika anak itu mengambil pensil dan penghapusnya lagi, spontan dia bilang : Males, soalnya paling gurunya diam aja
Haduh??? Saya sempat emosi mendengar ini, tapi sekejap saja karena kemudian saya menjadi maklum Guru di Indonesia ‘kan memang begitu, mengurusi sekian banyak murid tentu saja aduan sekedar pensil yang hilang dianggap remeh.
Sayangnya saya melihat hal ini sebagai sesuatu yang serius, bahwa si abang sudah diintimidasi dan tentunya untuk pertumbuhan psikisnya tidak bagus. Ketika saya katakan apakah abang mau ditunggui di sekolah dan maunya ditunggui siapa? Lalu saya menyebutkan pilihan antara mamanya, saya dan om nya (suami saya). Jawabnya: tiga-tiganya! Nah? Semakin saya menganggap hal ini sebagai sesuatu yang serius, karena jika dia sudah merasa perlu 3 orang menangani masalah ini berarti ada seseorang yang dia takuti di sekolah??? Atau mungkin sebaliknya? Mungkinkah sayayang terlalu parno???
Kemudian saya sarankan mamanya untuk menghadap guru besok, kebetulan sekalian minta ijin bolos seminggu. Saya berharap semoga kekuatiran saya berlebihan, walaupun kenyataannya saya juga melihat banyak kasus pemalakan terjadi di sekolah-sekolah, dan korbannya biasanya ya jenis anak seperti si abang ini, yang anteng dan ga banyak omong. Semoga saja ada titik terang besok!
Pingback: Paket Bulan Mei | nicampereniqué.me
jd pengen tahu nih, bagaimana penyelesaian kasus si abang ini? semoga ada solusi baik dari guru disekolah agar tak terjadi trauma pada abang ya…
Mechta recently posted… » Lahan Tidur
iya, semoga saja si abang ga trauma
Kasihan siabang, semoga masalah ini bisa terselesaikan dengan baik ya.
Salam.. .
mood recently posted… » Telur ceplok
iya nih, aminnn … semoga ya!
anak jaman sekarang, bener-bener yak??
salam hangat, bangauputih ^_^
Ridha Alsadi recently posted… » Perempuan Luar Biasa Itu…
bener-bener apa bangauputih?
Sebetulnya kasus ini tak boleh dibiarkan, karena akan menjadi keterusan, Sebaiknya orangtua menghadap guru, sekaligus juga memberitahu si anak, agar dia tak mudah meminjamkan, serta kalau pinjam harus kembali.
Melatih anak untuk bertanggung jawab atas barang miliknya harus dimulai sejak dini, karena merupakan awal pelatihan moral.
edratna recently posted… » MENDORONG PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR- MENDORONG PEMBANGUNAN EKONOMI DAN SEKTOR RIIL
iya bu, mamanya sudah lapor ke guru sabtu kemarin.
memang si abang perlu dilatih terus agar dia lebih waspada terhadap propertinya sendiri. semoga masalah ini cepat terselesaikan tanpa campur tangan orang tua lebih jauh
wah, abang kagk pulang2 ya? hehehe
salam kenal.
eh udah pulang tuh kemarin abang kan pulang hehehe
Dulu, untungnya guru tanggap banget ketika dilaporkan anak dipalakin dan diledekin, dan masalah selesai deh, anak jadi diakrabin sama semua teman sekelas.
semoga saja nanti setelah mamanya lapor, si abang juga diperlakukan seperti anak K.Monda ya
Salam Takzim
Wah blognya keren eut
pengen tapi bisa ga yah diblog yang gratisan hehehe
Salam kenal sahabat, senangnya bisa saling berkunjung
Salam Takzim Batavusqu
keren ya om? makasiyyy
idung suami langsung kembang kempis tuuu
dan ketika saya tanyaken apakah bisa dipakai di blog gratisan, dia yang duduknya membelakangi saya cuma menggelengkan kepala
Wah kasihan si abang, semoga abang tidak diintimidasi lagii..
giewahyudi recently posted… » Drama Rossi dan Stoner di Jerez
amiiin …