List of “NO”

Setelah merencanakan sejak lama, akhirnya Senin yang lalu kesampaian juga mengunjungi dokter tulang di salah satu rumah sakit swasta di daerah Sunter. Berhubung saya teramat jarang berhubungan dengan rumah sakit, sehingga Senin lalu saya terlalu pede bahwa rumah sakit akan sepi pengujung dan ternyata perkiraan saya itu salah total, karena saya mendapat  lobi rumah sakit yang sudah seperti pasar. Untungnya masih disapa dengan sangat ramah oleh perawat senior (sepertinya.) dan yang lebih mengagetkan adalah ketika saya mendapat nomor antrian 11, padahal saat itu sudah mau jam 7 dan dokternya belum kelihatan batang hidugnya dong :D

Pikir punya pikir, daripada menunggu lama, ada baiknya mencari tahu tentang dokter kandungan yang memang saya juga sudah rencanakan, tapi tadinya mau satu-satu saja dulu. Ok, daftar ke dokter kandungan sudah. Hmm, tapi kok masih ngantri juga ya? Tiba-tiba saya teringat surat rujukan dari salah satu klinik gigi yang menyuruh saya untuk rontgen salah satu gigi yang bermasalah, dan setelah cari tahu ternyata saya bisa dong melakukan rontgen itu tanpa membawa surat rujukannya. Ok, daftar lagi :D Sampai-sampai mba yang di bagian administrasi nyeletuk : borongan mba??? :P Celetukannya itu cuma saya balas dengan senyum meringis :P

Beruntung pula perawat yang mengurusi pasien lumayan ramah, sehingga mereka yang mengkoordinasikan langsung ke bagian mana yang dokternya available dan tidak antri; dan mereka menyarankan saya ke dokter kandungan terlebih dulu. Baiklah! Dokternya perempuan, masih muda, lumayan ramah dan sangat informatif. Bagus juga karena keadaan saya membuat dokter itu bingung, ini pasien mau diapain :D soalnya semua sehat dan bagus, tapi kok ada satu masalah yang mestinya tidak ada. Nah lo?! Dokter aja bingung, apalagi pasien coba? At the end, si dokter menyarankan saya wajib olah raga dan diet ketat. No rice, no sugar, so salt, no gorengan, no santan, no ayam boiler!!!!!!! Dan tentu saja tanpa obat pelangsing juga! Sang dokter juga memberikan obat yang harus diminum dan katanya, jika nanti setelah obat diminum, setelah berat badan turun seimbang, semoga saja pendarahan yang selama ini terjadi bisa berhenti. Well, tidak ada salahnya dicoba toh?!

Inilah saya yang sudah seminggu tidak mengikuti semua pantangan dokter dengan sepenuh hati, tapi kok berat badan saya belum turun dengan signifikan??? Hmm …. maju terus pantang mundur deh :D

Sebetulnya masih ada satu kali pemeriksaan oleh dokter kandungan, tapi ketika saya melihat masih ada pasien lain yang mengantri untuk di-hsg (?), saya ‘kabur’ untuk rontgen gigi. Mba perawatnya sampai harus 2x mengambil rontgennya entah karena apa, bisa jadi grogi sih soalnya pasiennya serba mau kabur buru-buru hehehe …

Nah, yang paling heboh adalah, ketika masih asyik dengan dokter kandungan dijelaskan ini itu, tiba-tiba perawat dokter tulang memanggil-manggil menyuruh buru-buru karena dokter tulang mau pergi. Asem!! Dari tadi pada sabar nungguin, eh giliran pasien telat bentar aja udah mau ditinggal … huh! Bagusnya dokter kandungan sangat toleran, dan mempersilahkan saya kabur dulu ke dokter tulang. Ckckck … berasa udah kayak ga ada hari lain aja deh xixixi …

Begitu di depan dokter tulang, sapaan ramahnya mencairkan kekesalan yang tampak di wajah ini, dan ketika saya memberitahukan keluhan sehingga saya merasa perlu berobat, langsung deh banyak ‘NO’ yang harus saya turuti. No lari-lari, no naik tangga, no lompat-lompat, no jalan cepat-cepat, no teh/kopi/alkoho/rokok, no sugar, no asin-asin. Dokter yang sudah setengah abad itu juga menasehati agar saya jangan merasa terus sebagai superwoman yang masih sanggup bekerja tanpa kenal waktu, disuruh belajar menikmati hidup dan apabila setelah minum obat yang dia sarankan penyakitnya belum sembuh, maka itu artinya saya harus dirontgen. Weleh!!!

Jadilah dalam seminggu ini saya orang yang merasa sehat ini, jadi pelanggan jogging track untuk menunaikan kewajiban jalan santai, dan juga harus merutinkan diri meminum obat yang sudah dibeli sampai habis, tentu saja juga harus mematuhi semua NO dari 2 dokter tadi. Kayaknya kalau sudah semua NO dipatuhi penyakitnya masih betah, hmm … semua NO bakal jadi YES deh hehehehe …

12 thoughts on “List of “NO”

    • xixixi … ucapannya simpen di lemari besi dolo ya om, tar ketika waktunya tepat, baru deh kluarin lagi

      sekarang masih dalam tahap ‘rapi2′ dulu sebelum Tuhan approve semua doa2 agar saya hamil hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge