Kartini itu Mamakku

Siapa yang tidak kenal Kartini? Saya yakin orang Indonesia pasti mengetahui siapa Kartini dan bagaimana sepak terjangnya, tetapi seseorang yang menjadi Kartini sesungguhnya bagi saya, adalah sosok yang selalu hadir di dalam kehidupan saya yaitu sosok yang gambarnya dijadikan profil pada tulisan ini. Siapa dia? She is my Mom :)

Biasanya orang Karo memanggil ibunya dengan sebutan Nande, tetapi sedari kecil kami dibiasakan memanggilnya Mamak, ya Mamak, bukan Emak tapi Mamak, juga bukan Mama :) sering pula kami menyingkatnya menjadi Mak saja, tapi kalau menceritakan beliau pada orang lain maka kami biasa mengatakan Mamak-ku begini dan begitu. Panggilan seperti ini umum dilakukan orang yang berasal dari Medan, mungkin panggilan ini pengaruh dari Melayu?

Mamak saya ini sosok perempuan yang perkasa, padahal sekolahnya SMP pun tak tamat, tapi pandai berdagang, dan keras dalam berpendirian. Mamak tidak pernah takut tampil beda, dengan posturnya yang tinggi besar, selalu bercelana panjang, kaca mata rayban dan rokok S*per terselip dibibirnya yang berlipstik. Jangan salah, walau Mamakku pedagang dari pajak (baca : pasar) satu kampung ke kampung lainnya, beliau hampir pasti selalu harum mewangi :D

Beliau ligat dalam bertransaksi, hampir tidak pernah bicara tentang rugi ketika pulang berdagang, dan sangat menjunjung tinggi kejujuran. Bukan sekali dua  dihajarnya pedagang lain jika mencoba mencurangi timbangan. Kesupelannya dalam bergaul, membuat tokeh-tokeh Cina yang stok barangnya berlimpah menjelang hari raya (lebaran atau tahun baru) dipastikan akan menitipkan barang dagangannya di gudang rumah kami yang luas. Tidak ada hitungan sewa gudang, tapi keleluasaan bagi kami anak-anaknya setiap membutuhkan sesuatu tidak pernah disodori wajah masam sang tokeh hehehe …

Penampilan boleh garang, tapi Mamakku sangat santun pada suami, pandai memasak, menyulam, juga gemar menyanyi dan menari. Kepandaiannya memasak terbukti dari keseringannya dijadikan ‘bas’ (pemegang komando) di dapur jika ada pesta keluarga sendiri ataupun kerabat lainnya. Kekhasannya memainkan bumbu sampai membuat kami anak-anaknya juga orang lain bisa menebak siapa yang jadi ‘bas’ di dapur satu pesta. Ini pasti mamak si anu yang  masak, atau sebaliknya. Dan komentar seperti ini pasti membuat cuping hidung kami kembang kempis saking bangganya hehehe

Mamakku berperan besar dalam mendidik kami, dialah yang mengatur jadual 5 anaknya sehari-hari. Pada waktu-waktu tertentu di rumah ada seorang Mba yang mengerjakan segala sesuatunya, tetapi jika si Mba tidak ada maka kami wajib menangani sendiri. Ya, wajib atau nanti tidak akan makan, tidak akan berbaju licin ke sekolah, atau malu sendiri karena rumahnya tidak disapu/pel. Sejak 2 anak perempuannya mulai bisa diandalkan, Mamakku hampir tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saya masih ingat mulai ‘dikaryakan’ sejak usia 4SD, bergiliran dengan kakak, yang masuk siang harus memasak dan yang masuk pagi pulang sekolah wajib mencuci pakaian dan membereskan rumah. Anak laki-laki ditugaskan menimba air, mencuci piring dan menyapu halaman. Tidak ada anak yang berleha-leha kecuali yang masih kecil.

Di rumah kami juga ada saat-saat yang paling mengecutkan hati, yaitu ketika kami membuat Mamak marah, maka bersiaplah menerima ‘siksaan’nya yang tidak lazim dengan meng’anggih’ mata pakai jahe yang digeprek, atau kalau sedang malas nggeprek jahe, bersiaplah cubitan dahsyat akan bersarang di paha. Itu sebabnya kami selalu berusaha melakukan yang terbaik. Didikannya keras, belajar adalah wajib, les dan mengaji tidak boleh ditinggalkan. Bermain? Cuma boleh dilakukan di rumah, tidak boleh kluyuran. Tidak ada cctv yang memantau kegiatan kami di rumah, tapi semua berjalan secara otomatis.

Keadaan akan sedikit berbeda ketika kami akan menempuh ujian, dan kami selalu menantikan saat-saat menjelang ujian. Aneh ya? Hehehe soalnya setiap menjelang ujian sudah pasti kami bebas tugas, makan pun dilayani, dipastikan yang bergizi semua, berangkat sekolahpun rambut disisiri, dan sudah pasti ada mba yang membantu Mamak menyiapkan segala sesuatunya, kecuali menyisiri rambut panjang kami yang dia kerjakan sendiri. Ketika menyisiri rambut itu kesempatan besar dinasehati, tapi kami suka saja, karena nasehatnya memotivasi – memberi semangat, sehingga berangkat ke sekolah pasti berseri-seri, dan ujianpun pasti lancar.(Mamak selalu bilang : “kalian harus jadi orang pintar, sekolah yang tinggi agar tidak dibodohi orang, mencari uangpun tidak usah seperti Mamak, pokoknya jangan sampai kalian mengalami seperti yang mamak alami ini!)

Mamakku pandai sekali menabung, dia selalu saja punya dana cadangan di saat-saat genting. Walau suka menabung, mamak bukan sosok yang pelit, justru termasuk royal. Mamak suka menolong kerabat atau tetangga yang membutuhkan bantuan, tapi jangan coba-coba pura-pura lupa kalau punya utang, kalau tidak mau tanda jari lima menempel ketat di pipi :D

Sikap mamak yang kritis untuk ukuran perempuan desa yang SMP pun tidak tamat, kami sering berpikir aneh, kok mamak kita itu canggih kali ya?! Hehehe ya ya … karena mamak menikah di usia yang belum genap 20, tentu saja ada sosok lain yang membentuknya menjadi seperti itu yaitu suaminya – Bapak kami. Bapak yang pendiam, tapi semangat belajarnya tinggi (sudah punya anak 2 pun Bapak masih mengikuti kursus bahasa Inggris lho padahal profesinya petani cengkeh, tidak ada perlunya toh?). Kami juga terkadang merasa heran bagaimana mamak yang garang itu bisa sebegitu patuhnya kepada Bapak yang hampir tidak pernah bersuara di rumah. Mamak menjadi corong Bapak dalam menasehati anak-anaknya terutama anak yang perempuan. Kami tahu karena begitu selesai menasihati pasti ada kalimat, ini bapakmu yang nyuruh mamak bilang.Terkadang saya berpikir juga apakah selain ‘dicekoki’ Bapak, mungkinkah kepribadian Mamak itu banyak dipengaruhi oleh film-film yang ditontonnya ya? :D Hmm … kayaknya sih sekian persen pasti ada ya *maksa.com*

Sosok Mamak bagi saya adalah sosok Kartini yang sempurna, dia tangguh, cekatan, pandai mencari uang, tapi tetap pada kodratnya sebagai perempuan. Saya, bahkan tidak mampu menjiplak kepribadiannya seutuhnya. Rasanya dari semua yang mamak bisa, saya cuma ketitisan sedikit, ya sangat sedikit. Saya tidak tahu bagaimana nanti anak-anakku menilaiku tapi yang jelas, saya sangat beruntung mempunyai ibu yang mengantarkan saya pada pencapaian saya hari ini.

Selamat HARI KARTINI, Indonesia!

Foto : dok.pribadi – foto Mamakku sewaktu masih muda :D

29 thoughts on “Kartini itu Mamakku

  1. selamat Hari Kartini juga Mba Nique… bersyukurlah punya Mamak yang hebat…
    dan aku yakin seorang mamak pasti pahlawan untuk setiap anak2nya… hidup ibu2… :-D

    niQue:
    pasti itu, karena sosok ibu adalah yang paling dekat dalam keseharian anak2

    Lyliana Tia recently posted… » Bersyukur Setiap Hari

  2. Mamak yang hebat….berbahagialah punya mamak yang hebat seperti ini.

    niQue:

    alhamdulillah, Bu, saya malah ga kebayang klo mamaknya tidak seperti yang saya dapat hehehe

    Ibu juga pasti dibanggakan sama anak2 Ibu, saya yakin itu :)
    edratna recently posted… » Sulitkah untuk membuat keputusan

  3. NiQue, saya suka banget baca cerita NiQue tantang mamak ini.
    Saya jadi ingat mamak angkat saya yang tinggal di Berastagi, mamak Tarigan namanya, karena suaminya bermarga Tarigan :)

    Salut buat kehebatan mamak yang seorang Nande Karo, mereka memang hebat, buat pendidikan anak apapun akan dilakukan sepanjang tidak melanggar aturan. Kerja keras, itu sudah pasti.

    Mejuah-juah kita kerina…


    niQue:

    Mejuah-juah Jeng Irma,

    Begitulah :)
    kesangaran mereka bak singa lapar
    tapi di saat yang bersamaan mereka bisa bersikap sangat lembut,

    btw, masih kontak ga sama mamak angkat yang di sana? :)

  4. Ternyata Nike orang Karo ya ?
    Yang saya tau banyak lagu daerah dari Karo yang bagus …

    Ini sebuah tulisan yang syarat akan cinta … dari seorang nike pada Mamak tercinta

    Salam saya Nike


    niQue:

    baru tau ya Om, padahal saya kan udah bikin pengakuan di sini lho :D

    iya, emang banyak om, nanti ya dipostingin :)
    nh18 recently posted… » HANG

  5. Terharu mbak, kisah Mamak yang penuh dengan pendidikan dan hikmah… Pasti mbak juga kelak menjadi seperti mamak, bahkan lebih baik lagi,,, amin…

    niQue:

    insya Allah bisa seperti beliau, terima kasih doanya ya Prim

  6. Salam Takzim
    setuju ibu kita adalah Kartini yang memiliki talenta luar biasa sehingga kita mampu menepis kebodohan walau hanya tanpa RA ibu kita adalah wanita tangguh
    Salam Takzim Batavusqu

    niQue:

    iya Bung, andai mamakku tak seperti itu takkan jadilah anaknya seperti ini :)
    bung juga toh, bisa hebat seperti itu pasti karena ibunya juga hebat dong

    Batavusqu recently posted… » Kartini-kartini masa kini stage 2

  7. NiQue pantas saja dirimu begini hebatnya , Mamak berhasil rupanya menjadikan anaknya sehebat diri beliau.
    salam


    niQue:

    aduuuhhh Bunda pandai sekali menyanjung saya, padahal saya mah blom bikin apa2,
    bahkan jika beliau masih hidup saya malah ga yakin bisa bikin beliau bangga hehehe

  8. walah… hebat kali ni mamak mba nique… salut mba! Memang gak jaman dulu gak jaman sekarang wanita di dera kerasnya jaman… bisa lagi melewati semua itu… moga-moga kita bisa ya!… semangat!

    Selamat hari kartini buat mamaknya :D

    niQue:

    emang hebat mba :D apalagi buat saya, almarhumah pastilah yang terhebat ehehehe

    selamat hari Kartini juga buat mba Trisna :)

  9. Selamat Hari Kartini mbak Nique…telat nih saya ngucapinnya ya…hehe

    niQue:

    terima kasih Wien, lebih baik telat daripada tidak sama sekali toh? :)

  10. Kegagahan mamaknya pasti nurun ke anaknya :lol: selamat berhari kartini juga mbak.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    niQue:

    alhamdulillah nurun mas :D

    mungkin nanti saya posting tersendiri tentang kegagahan itu satu hari nanti
    kegagahan yang malah tidak menurun kepada saudara laki2 saya

    terima kasih, selamat hari Kartini juga buat istri mas Sugeng ya :)
    Sugeng recently posted… » Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  11. Huhuhu…jadi kangen mamahku mba Niq.. Tapi ‘Kartini’ yang sesungguhnya memang ibu kita sendiri ya mba..

    niQue:

    yah, buat kita pastinya ibu adalah Kartini yang sesungguhnya, mba :)


    Orin recently posted… » Test Pack

  12. Wah, bangganya memupunyai Mamak yang pandai menabung, cerdas dan tangguh.
    Selamat kepada Ibu Kartini yang dari Karo ini ya … :)

    niQue:

    ya Bu, she is the one and only deh buat kami hehehe

    selamat hari Kartini juga buat Ibu, ini lagi baca postingan ibu yang biasanya panjang itu hehehe

  13. benar-benar perkasa. Pasti nique juga bisa menjadi seperti Mamak.

    EM

    niQue:

    insya Allah mba :)
    sangat relevan untuk meniru keperkasaannya di dunia yang semakin keras kesininya hehehe

    Ikkyu_san recently posted… » Home Visit

  14. Selamat hari Kartini.
    Perempuan jaman sekarang juga harus sekeras mamak2 kita dulu karena jaman sekarang lebih banyak tantangan utk anak-anak kita… :)

    niQue:
    iya, tantangan yang kita hadapi berbeda, itu sebabnya perempuan sekarang harus selalu meng-upgrade diri, klo ga yah kasian anak2nya ya :)

  15. wonder woman ya?
    kalo saya panggilan kepada ibu itu “mak’e”

    niQue:

    hahhaha … wonder woman? Kayaknya sebuah kata yang sangat pas menggambarkan mamakku ya :D
    tunsa recently posted… » Kambing Unik

  16. Sepertinya selalu begitu ya, di balik wanita yang tegas selalu ada lelaki lembut yang jadi penyeimbang.
    pun sebaliknya..

    kalau dua2nya tegas dan keras kasian anaknya, juga kalo dua2nya terlalu lembut, kasian anaknya juga kali

    niQue:

    iya ya daeng,
    aku malah sekarang merasa keluargaku kok seperti reinkarnasi mamak-bapakku,
    cuma bedanya kami blum dapat anak aja hehehehe *suamiku mirip sama bapak yang pendiam*

  17. Saya terkesima dengan mamaknya mbak,saya yakin mbak pasti bisa mengikuti jejak wanita tangguh seperti dia

    niQue:

    secara naluri sedikit banyak pasti ada yang ditiru ya Lel :D
    namanya setiap hari ketemu hehehe

  18. *terharu* huaaaa.. ebat kali mamak-nya mbak tuh; wanita perkasa namun menghargai kehadiran pria disampingnya. jadi inget seseorang yang manggil Ibu nya dengan sebutan ‘mamak’
    hihihihihi…

    selamat hari Kartini buat ibu kita; Kartini – Kartini yang membuat kita menjadi seperti apa kita hari in :)

    niQue:

    harus begitu Is,
    bisa kualat nanti klo istri ngelunjak sama suami,
    apalagi ngerasa dia lebih hebat,
    makanya sampai sekarang saya masih sering merenungi,
    kenapa ya orang tua saya itu bukan pasangan yang religius,
    tetapi cara berkeluarganya seperti orang yang sangat paham agama,
    berbeda dengan jaman sekarang yang jelas2 ilmu agamanya ngelotok,
    tapi kok ya ama suka mendzalimi diri sendiri dan pasangannya :)

    ais ariani recently posted… » hai wanita-

  19. Selamat hari Kartini
    Maju terus untuk perempuan Indonesia
    Mama memang paling habat buat kita semua :)

    niQue:

    iya Kang, peran ibu memang paling hebat dalam kehidupan anak2nya :)
    pasti itu!

  20. selamat hari Kartini buat mba’nya dan wanita2 Indonesia….
    semoga bisa memaknai emansipasi yang sebenarnya… :)


    niQue:

    terima kasih,
    insya Allah perempuan Indonesia memaknai emansipasi dengan sebenar2nya
    dan tanpa sedikitpun berkeinginan untuk bersaing dengan si pemilik tulang rusuk :)

    Mabruri recently posted… » Saya dan Waduk Penjalin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge