Terperangah saya melihat tingkah pongah seseorang yang dipercaya menjadi Ketua Wakil Rakyat di Senayan sana. Kok bisa??? Tega sekali dia membuat statement seperti itu (Marzuki: Cuma Elite yang Bisa Bahas Gedung Baru DPR, Rakyat Biasa Tak Bisa.) Lupakah dia, bahwa dia bisa sampai di sana karena suara rakyat yang memilih dia? Walaupun mungkin perlu dipertanyakan, dulu suara rakyat yang mana gerangan yang memilih manusia seperti ini untuk dijadikan perwakilan di Senayan sana. Yang jelas, BUKAN SAYA!
Saya yakin sekali mengatakan bahwa saya sama sekali tidak memilih sosok ini, juga tidak sosok yang lainnya. Ya, saya golput kala itu! Kenapa? Karena saya yakin kalau memilih itu tidak ada gunanya, selain malah beban moral bin was-was apabila orang yang menjadi pilihan ternyata mengkhianati hati nuraninya. Atau jangan-jangan memang orang-orang yang dipilih untuk mulus jalannya ke Senayan itu, sudah dikebiri hati nuraninya terlebih dahulu??? Entahlah!
Yang jelas, statement seperti, sungguh sangat menyakitkan. Dia kira, uang yang dia mau pakai untuk membangun gedung baru itu didapat dari mana???? Dan kalau begini, apa rakyat masih disalahkan jika malas membayar pajak???? Bukankah semuanya, ya semuanya, dari baju, rumah, m obil semua fasilitas yang mereka pakai itu asalnya dari uang rakyat???? Lalu, kok bisa-bisanya dia ngenyek seperti itu? Padahal, rakyat adalah BOS-nya, iya sejatinya rakyat adalah bos dari para wakil rakyat itu. Tapi memang jaman sekarang bos sudah biasa dilunjakin, ya seperti Marzuki inilah contohnya.
Entah orang lain, tapi saya, akhir-akhir ini lumayan panik, ngeri sendiri, terutama kalau nonton tipi yang isinya berita tentang negara ini, ditambahkan komentar-komentar mereka yang menurut saya sangat provokatif, atau mungkin saja wajar-wajar buat mereka??? Coba saja kalimat berikut ini.
“Jangan salahkan kalau rakyat akan marah, Indonesia pun bisa seperti Mesir …… ” Kemudian di benak saya mulai terlihat jelas peristiwa Mei 1998. Merinding saya! Naudzubillah, jangan sampai peristiwa itu terjadi lagi.
Jika saya ditanya sebaiknya mengucapkan apa, saya juga tidak bisa mengajari, tapi mereka ‘kan lebih pintar daripada saya yang tidak menyandang degree apapun ini, seyogyanya mereka lebih paham bagaimana membuat pemberitaan yang lebih mengademkan. Rasanya kok tidak ada berita yang bisa menenangkan hati, semua bikin gusar, ujung-ujungnya jadi stres sendiri. Saya sudah berusaha untuk egois agar cuma memikirkan diri sendiri, bodo’ amat dengan negara, tapi melihat para keponakan yang masih kecil-kecil itu, susah rasanya untuk tidak peduli, sementara mau peduli pun tidak tahu lagi caranya bagaimana.
Ya, saya tahulah kalau dibilang mari mulai dari diri sendiri untuk tidak korup, untuk tidak melakukan manipulasi bla bla bla … tahu banget, tapi kok saya belum melihat adanya perbaikan demi menuju Indonesia yang lebih baik? Padahal orang-orang yang saya kenal, semua juga berusaha untuk berbuat sesuatu yang lebih baik dan dimulai dari diri sendiri, tapi mana hasilnya? Atau takkan pernah ada hasilnya, kecuali orang-orang yang membuat negara ini dalam ketidakjelasan seperti ini diberangus? Lagipula siapa yang mampu memberangus mereka?
Saya mulai kuatir, padahal saya tahu yang kuatir itu berarti tidak sepenuhnya percaya pada kekuasaan Tuhan, tapi inilah saya, manusia yang jauh dari kesempurnaan, mulai ketakutan, hidup pun rasanya tidak tenang. Saya jadi membayangkan saudara-saudara yang lain yang mencari nafkah saja kesulitan, anak di rumah menangis kelaparan, anak yang lain menangis tidak bisa sekolah, atau ada yang kerabatnya sakit tapi tidak punya uang untuk berobat, haduhhh ….. :(
Katanya diam adalah emas, tapi buat saya diam adalah (panik dalam ke-c)emasan yang pelan-pelan bisa menggerogoti kesehatan rohani saya, padahal dokter bilang jangan stres, tapi kok tidak semudah itu melupakan semua ini????? Saya merasa sepertinya Indonesia saat ini seperti kapal yang terus menerus diserang badai, dan sebentar lagi akan karam????
gmn mo bisa baik klo para pejabat n pemimpin sidang az liat video porno hahahahahahaha…..
salam persahabatan selalu dr MENONE
MENONE recently posted… » Heboh Penampakan Kuntilanak
tapi kita sebagai rakyat bisa apa? mau komplein? komplein kemana?
toh gak akan didengerin juga… ya gak?
arman recently posted… » Ini Bukan Gosip
maka dari itu,
karena tau ga bisa apa2 sebagai rakyat biasa, yang ada jadi hopeless
Selalu ada harapan dalam kondisi seburuk apapun, meski jujur saya juga sudah mulai apatis sama para pemimpin kita. legistalif maupun eksekutif..
kacau semuanya..
sekarang saja saya selalu berusaha menghindari nonton tv, lebih memilih untuk nonton acara musik atau sekalian mematikan tivi..
tapi, mari berdoa semoga harapan itu masih tetap ada..
*crying* saya sungguh ingin menghidupkan cahaya harapan, sekecil apapun, tapi sungguh tak mampu. Tanpa bermaksud lebay, tapi keadaan belakangan ini bener2 berdampak negatif dalam keseharian, saking ga tau mesti gimana lagi.
Berdoa? Masih adakah artinya doa2 yang dipanjatkan?!!!