Susah = Senang

Tadi pagi ada kesempatan keluar sebentar, tujuan utama sih ke ATM karena token baru saja ternoda oleh tangan jahil si abang yang mengira benda berwarna biru itu adalah kalkulator. Bukan si abang yang salah jika kemudian token itu tidak bisa difungsikan lagi, adalah si kila yang teledor meletakkannya sembarangan. Ini kali kedua si token harus dipensiun-paksakan, dan kedua kalinya pula dikarenakan ulah para keponakan memenuhi rasa ingin tahu mereka terhadap keajaiban benda biru itu.

Dalam perjalanan menuju ATM, kami mengobrol gajebo :D dan yang jelas ngebahas soal hujan yang tidak turun, padahal hadirnya hujan sangat diharapkan oleh orang-orang yang merayakan Imlek. Menurut yang pernah saya dengar sih, kalau hujan tidak turun begini, diartikan rejeki bakal seret tahun ini. Wallahu’alam :)

Urusan di ATM beres, kami mampir dulu di penjual mie ayam yang berjualan persis di sebelah ATM. Dulu pernah nyobain, dan rasanya lumayan deh, kebetulan juga belum sarapan *baca : sengaja*. Kalau mau jujur, inilah alasan terselubung tadi mengikuti suami ke ATM :D , mencari sarapan dengan suasana yang lain *wink*

Setelah semangkok mie ayam sukses berpindah ke perut,  kami lalu pulang lewat jalur yang berbeda dengan melewati sekolahan. Tumben sepi, tapi banyak pedagang-pedagang kecil yang menjual bermacam ragam, mulai dari makanan, minuman, dan mainan seperti biasa. Apa mereka tidak tahu kalau hari ini hari libur ya?  Timbul rasa kasihan melihat para penjual makanan itu duduk menanti pembeli, sangat berbeda dengan hari biasa di mana penjualnya sampai tidak terlihat karena dikerumuni oleh anak-anak sekolah.

“Kasihan ya ‘A, dagangan mereka ga laku :(

“Iya.”

Kami sempat terdiam. Dan tiba-tiba suami bilang begini.

“Ya gitu, mereka sepi, tapi usaha lain yang rame, seperti  warnet ‘kan rame tuh dari kemarin. Coba kalau anak-anak bersekolah hari ini, pasti tadi warnet sepi.”

Begitulah hidup, semua selalu silih berganti. Para penjual itu pasti sedih karena minim pemasukan, di sisi lain, ada yang senang karena justru mendapatkan lebih. Akan selalu begitu. Dan ketika merasakan keduanya, sudah semestinya disyukuri, saat sepi atau pun ramai. Bukankah rejeki sudah diatur, dan tidak mungkin tertukar? :)

Hanya saja, menerima kesenangan (rejeki) tentu lebih mudah mensyukurinya, sangat manusiawi saya kira ketika usaha sepi dan butuh kesadaran tingkat tinggi untuk tetap bersyukur. Terutama saya, masih harus belajar tentang satu hal ini, agar tidak mengeluh ketika usaha sepi, karena hidup memang harus begitu, tidak mungkin merasakan yang enak terus selamanya. Tidak mungkin selalu mendapatkan apapun yang diinginkan. Hmm …

Lagipula, bukankah Tuhan hanya memberikan apa yang kita butuhkan, dan bukan apa yang kita inginkan? :)

22 thoughts on “Susah = Senang

  1. wuihhh …. mimpi apa aku semalam dikunjungi blogger sekelas dirimu hehehe

    what? veteran? saya? hohoo… usia saya emang udah veteran, tapi urusan tulis menulis bener2 nubie.

    baterainya bisa abis mba, seingetku siy dulu bisa ganti pakai baterai jam biasa kok. klo ga salah inget lho ya *maklum dah faktor U hehehe*

  2. hai Nique
    salam kenal ya… senang bisa baca-baca di blog bagus ini. Baru ngeblog? kok udah spt veteran nih hihihi

    trus tokennya diganti baru ya kalo gitu? token itu bisa abis ngga sih baterenya? Aku suka dpt warning “batery” tapi kalau didiemin beberapa saat ya bisa jalan lagi. Susah soalnya kalo tiba-tiba mati, ngurusnya jauh :D

    EM
    Ikkyu_san recently posted… » Tamiflu dan Kebijakan Sekolah

  3. sip..!! sepakat..!!
    yang diperlukan hanya kesadaran untuk bersyukur, dalam susah atau senang, karena rezeki ada takarannya sendiri2, dan selalu saja dicukupkan untuk kita, tiap2 manusia… Allah SWT maha adil.. :)

    salam sahabat mbak Niq..

    niQue:

    yep, Allah memang maha adil :) salam sahabat juga!

  4. ga tau kenapa setiap saya berkunjung kesini selalu mendapatkan sebuah pencerahan.. dan kali ini saya dapat kata2 yg bagus “REZEKI TIDAK MUNGKIN TERTUKAR” thnx

    niQue:

    syukurlah :) tinggal kita meyakini tentang hal ini, karena yang sering terjadi adalah kita tahu tapi tidak mampu memahami dan meyakininya. saya pun masih berusaha untuk begitu :)

  5. Mario Teguh :

    Untuk yang nyaris putus asa,
    bisikkanlah

    Tuhanku Yang Maha Melapangkan,

    Ingin rasanya aku menyerah,
    melepaskan ini semua dan
    membiarkan diriku hilang
    dalam ketidak-pedulian.

    Tapi aku tak mungkin ikhlas
    membiarkan jiwa baikku ini rusak.

    Sebetulnya aku hanya letih
    dan sedikit merasa tak disayangi

    Tapi aku tahu,
    Engkau mencintaiku.

    Tuhan,
    lapangkahlah dadaku,
    teduhkanlah wajahku,
    dan tinggikanlah derajatku

    Aamiin

    niQue:

    amin! :) thanks ya bu

  6. ya seseorang pernah bilang padaku untuk berdoa meminta apa yang terbaik menurut Tuhan bukan menurutku hehe

    nique emang kemaren pas imlek gak hujan ya bukannya hujannya gede banget?

    niQue:

    yep! Karena apa yang baik menurut kita belum tentu demikian menurutNya.

    imlek kering kerontang, kaga ada ujan sama sekali, cuma sedikit mendung.
    Apa karena banyak orang yang minta jangan turun hujan? Hehehe

    julie recently posted… » mengerjakan peer

  7. Kesulitan/cobaan terkadang menjadi motivasi buat kita untuk lebih berusaha

    niQue:

    SETUJU! Berarti jika kesulitan datang, kita harus bersyukur dong? :D Karena tanpa adanya kesulitan, yang ada membuat hidup kita stagnan, jalan di tempat, sehingga tidak ada perubahan yang signifikan.
    Ann recently posted… » Tahu Oyster

  8. begitulah hidup. ada hitam putihnya. yang penting syukuri terus. kalo sekarang nggak laku, mungkin besoknya akan rame pengunjung. yang penting kita sudah mau berusaha.

    niQue :

    betul, masalahnya untuk bersyukurpun kita seringkali lalai :D pernah ngerasain ga?
    pink recently posted… » Award award…

  9. benar juga ya….ekonomi itu seperti roda :D hari ini di atas…besok kejeblos :D

    niQue:

    betul sekali :) hanya saja, seringkali kita lupa, dan maunya di atassss terus :D

  10. @jeng tt: pasti! :)

    @indobrad: baik om saya ‘kan bersabar slalu :D

    @cahya: insya Allah dibagi2 :D

    @masbro: nggih mas … :)

    @MMK: insya Allah demikian :) terima kasih sudah mampir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge