Poker, halal or haram?!

Beberapa tahun terakhir ini game on line marak dengan teramat pesat, apalagi sejak kelahiran fesbuk, hampir semua pasti pernah mencobai game yang disediakan oleh fesbuk. Sangat mudah, yang penting koneksi lancar jaya, pasti maen gamenya pun semakin lupa waktu. Pada awal kelahiran fesbuk, bisa jadi saya termasuk orang yang terlambat mengenal fesbuk, dan paling terlambat mencobai game yang tersedia di fesbuk.

Baiklah, daripada saya ngelantur ke sana ke mari soal game on line, saya mau jujur saja bahwa sebenarnya saya ingin membahas tentang halal atau haramnya salah satu permainan yang lumayan digemari banyak orang bernama POKER. Saat ini POKER sudah merasuki sangat dalam, sehingga jika ada yang mencoba memperdebatkan soal halal / haramnya permainan ini, maka jangan heran jika tanduk saya pun langsung berdiri :D

Tidak tanggung-tanggung, saya pun googling mencari tahu apakah sudah pernah ada blogger yang membahas tentang ini, dan saya menemukan ini, dan saya kok sepenuhnya setuju ya dengan apa yang dijabarkan Basri Tamang di sana.

Permainan poker menurut saya tidak ada bedanya dengan game on line lainnya seperti POINT BLANK, AYODANCE dll. Dalam keseharian saya, sering sekali melayani anak-anak maupun orang dewasa yang membeli voucer game online agar mereka bisa membeli bermacam2 senjata dan atribut di permainan yang mereka geluti. Begitu juga pemain poker, jika mereka kehabisan chips, bagi sebagian orang membeli chips ya sama saja seperti membeli voucer game on line tadi. Membeli chips biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang memang merasa membutuhkannya. Banyak juga kok yang tetap bertahan untuk tidak membeli chips, dan terus bermain dengan semangat 45 walau harus puas duduk di meja kecil. Padahal jika sudah mencicipi duduk dan bermain di meja besar, rasanya kok gimana gitu ya kalau harus main di meja kecil :D

Asal muasal munculnya perdebatan halal vs haram ini darimana pun saya tidak tahu, mungkinkah isu ini dilempar oleh orang-orang yang tidak mempunya chip? Selain itu juga tidak menyukai poker? Atau karena orang tersebut membayangkan permainan ini seperti bermain di kasino2 di Las Vegas sana? Ebuseeeeeet……………. bukannya beda buangetttttttttt yak?!!!

Ok, terlepas dari soal halal vs haram, yang saya pahami adalah tentang satu hal yaitu bahwa orang-orang yang bermain game on line apapun itu, maka mereka sudah membuang waktu untuk kesenangan belaka. Mungkin ada baiknya waktu yang dipakai bermain game lebih diarahkan untuk hal-hal positif lainnya. Mungkin lho ya?!

Saya sendiri baru meminati permainan ini sejak punya warnet, dan punya waktu yang sangat banyak dihabiskan di depan komputer dan awal-awal dulu saya bahkan sempat bingung mau ngapain lagi ketika jenuh menyerang. Sampai akhirnya kenalan deh sama yang namanya POKER. Jadi kalau sekarang tiba-tiba saya disuruh menerima begitu saja agar berhenti main poker karena dianggap haram, hmm …. maaf saja ya :D

Paling sebel juga jika permainan poker ini diidentikkan dengan rawan kejahatan, seperti penipuan misalnya. Saya beranggapan bahwa yang namanya tertipu/menipu/ketipu itu ya tergantung individunya. Jika pernah santer berita di media massa tentang jual beli chip poker yang sampai perlu dicampur tangani oleh polisi, ga tau juga deh karena engga ngikutin beritanya sampai detil. Tapi yang jelas dalam jual beli chip itu sendiri, ya harus didasari rasa percaya yang tinggi di antara kedua belah pihak.

Saya, hanya mau melayani pembeli yang memang pelanggan warnet sendiri, tentunya ini lebih pada strategi bisnis semata. Biasanya pemain poker tidak bersemangat kalau chip minim, jadi kalau mereka mau beli sementara kita tidak menyediakan, maka hampir mungkin mereka akan main di tempat lain. Memang siy tidak semua, tapi pasti adalah yang pergi. So tidak ada salahnya dong kalau sendirinya menyediakan stok.

O iya, ada rumor yang beredar, bahwa sekarang ini ada (oknum) polisi yang rajin menjebak gamers yang memperjual belikan chips. Jika rumor ini benar adanya, sangat aneh menurut saya. Apa urusannya coba? Kurang kerjaan aja :(

Baidewe, ada yang mau nemenin saya main Poker? LOL

12 thoughts on “Poker, halal or haram?!

  1. Pingback: Solitaire dan Sendiri | nicampereniqué.me

    • mbeeeeeer………………
      biasalah, klo ga gitu, pasti bukan di Indonesia :D
      chipsnya ya banyaklah, kan distokin buat persedian pemain di warnet yang mo maen :D mo berapa M? Hahahaha ….
      nique recently posted… » Blessing in Disguiss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge