Menulis itu mudah?

Menjadi PENULIS adalah satu dari sekian yang ingin saya bisa lakukan. Dengan kesadaran penuh saya pun tahu bahwa keinginan ini bukan sesuatu yang mudah untuk diwujudkan, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil apabila mau berusaha keras.

Ketika masih di bangku SD dulu,  saya sangat suka menulis puisi berbait-bait, bahkan sampai punya sahabat pena untuk saling bertukar puisi. Tetapi sekarang sebait sajapun rasanya tak mampu. Dulu saya suka menulis cerita pendek untuk dikonsumsi sendiri, tetapi sekarang sama sekali tak pernah mencoba lagi.

Pernah mencoba untuk mengikuti pelatihan untuk menjadi penulis yang handal, tetapi ada saja kendala untuk tidak mewujudkannya. Padahal kemudian saya menyesalinya karena masih tak mampu menulis dengan baik dan benar. Ada yang menyarankan untuk belajar on line, tetapi kok tidak juga bersemangat untuk melakukannya? Sementara untuk belajar otodidak, saya yakin tidak akan mampu.

Tak usahlah berpanjang-panjang bicara tentang menulis cerpen atau fiksi, mendisiplinkan diri untuk menulis blog saja saya masih tertatih-tatih. Bahkan dalam menulis di blog pun saya sering masih menghadapi banyak kendala, misalnya saja, dalam menulis saya sering bingung antara menggunakan kata saya, aku, atau gw? Sering dari awal udah pakai saya, tiba-tiba di tengah moodnya berubah pengen nulis dengan kata aku, atau gw? Itu baru satu.

Dua, saya menulis tanpa pernah membuat poin-poin penting. Jadi, ketika mau menulis, ya langsung buka dashboard, terus klik add new, terus mengalir deh. Seringkali di awal menulis sudah terpikirkan arah tulisannya ke mana, eh tapi di tengah kaget sendiri kok tulisannya jadi mbelok? Hahaaha

Tiga, ini tentang judul. Sering saya mengalami kesulitan memberi judul pada tulisan yang sudah selesai, bahkan yang terparah pernah terjadi, saya terpaksa mengendapkan tulisan dalam jangka waktu yang lumayan lama karena masih belum menemukan judul yang pas di hati. Sampai suami ngasi ide asbun : tulisan tanpa judul! Edan ‘kan? Alhasil dia bukannya membuat saya tersenyum tapi yang ada jadi manyun :( Merasa tidak dibantu hiks…

Empat, karena tampilan blog saya dipilihkan suami seperti tampilan yang sekarang, maka saya harus extra kerja keras mencarikan gambar yang pas. Kalau sudah mentoooook banget, minta tolong sama suami lagi. Tapi kan dia tidak setiap kali sedang berbaik hati, apalagi kalau dia pun sedang sibuk dengan blog-nya sendiri. Pernah dikasih link-nya untuk mencari gambar-gambar yang bagus, eh malah saya semakin bingung sendiri. Makin bingung lagi melihat suami kok bisa aja menemukan gambar-gambar yang menurut saya memang OK. Sama-sama punya mata dua, jari lima, tapi kok urusan menemukan gambar saja menguras emosi saya???

Cukup empat deh, kalau diteruskan bisa tambah panjang aja :D

Apakah teman-teman mengalami kendala dalam menulis? Atau cuma saya yang mengidap penyakit aneh seperti ini? Hehehe …

29 thoughts on “Menulis itu mudah?

    • Hehehe insya Allah nulisnya juga pake prinsip yang sama dengan om, tidak bohong, tidak nyontek juga tidak jorok.

      tapi soal panjang postingan hmm … mesti belajar nih, soalnya barusan merhatiin postingan yang lalu2 eh ada yang lebih dari 600kata …. baru nyadar ternyata panjang juga xixixi

  1. ada teman yang kasih saran kalau lagi susah nulis, pasang foto aja…,
    ini terjadi beberapa hari lalu…, aku cuma pasang foto dan tambahin sedikit lirik lagu he..he…
    monda recently posted… » Belajar Mengeja

    • masalahnya aku ini kan cerewet kali
      jadi maunya ceritaaaaaaaa aja
      *jangan berharap ketemu aku ya pasti mesti sediain kuping 4 hahaha*

      cuma ya gitu deh
      ceritanya ngalor ngidul
      lumpat2 kayak katak hahaha

  2. masih harus banyak belajar lagi sayanya nih sepertinya :( soalnya saya termasuk yg berpendapat bahwa menulis itu tdklah segampang itu juga :(
    Merliza recently posted… » Stranger

  3. Kalau aku sering menuliskan judulnya dulu, tapi setelah selesai satu topik, aku ganti dgn judul yg lebih greget. Proses pengubahan judul bisa terjadi 3-4 kali.
    Soal kata ganti aku atau saya, itu sering sekali aku alami. Bahkan banyak kok tulisanku yang tidak aku edit, dalam satu posting kata gantinya mixed gitu. Kalau sempat ya aku edit, kalau tidak ya apa boleh buat. Kan kalau mau dicetak, itu tugas dari editornya :D . Sekarang masa bodoh aja, bukan kerjaan ini.

    EM
    Ikkyu_san recently posted… » Ngidam yang Terpuaskan

    • jaga malam aku Jul
      lakiku ga bangun2
      enak ku liat tidurnya
      ga tega aku mbangunkannya
      ya beginilah klo lg kena shift malam hehehe

  4. Lah artikel ini sudah jadi tulisan kok :P
    Enak pula dibacanya. He he.. .


    niQue:

    enak? Sungguh? ini muji boongan? Beneran?
    xixixi melambung dah sambil megangin cuping idung nyang kembang kempis

  5. Biasanya aku nulis di notepad dulu sebelum di publish di blog, dengan begitu aku punya back up postingan yang aku simpan manual. Gak online semua.

    Lalu kendala menulisku yang paling besar siy MALAS ahhaha

  6. hmm bahasan yg menarik.

    1. Saya juga pernah menghadapi kebingungan identitas macam itu, hehehe. Mesti dilatih agar konsisten, kecuali kalau memang memberi penekanan tertentu.

    2. Mbelok sering banget terjadi sama saya. Don’t worry ;)

    3. Saya kebalikannya. Menulis judul dulu baru isi tulisannya. Emang ada kejadian 1-2 kali judul melenceng dari tulisan, ya tinggal disesuaikan.

    4. Sori ingin kritik. Apa gak sebaiknya kamu ganti tampilan blog? Semua gambar jadi buram di sini. :D
    indobrad recently posted… » Melacak Nenek Moyang

    • @devy: begitu ya? baik nanti dicoba lebih keras lagi :D

      @om brad: poin.4, udah rikwes ganti theme, tapi suami blom kelar ngoprek billing baru. klo saya mah pasti jadi berantakan semua hahaha

      kritikan diterima dengan senang hati kok :)

  7. menulis memang mudah kok…..yang sulit itu memulainya hehehehe….
    yg pasti begitu ada ide langsung aja tulis, soalnya klo dipendam kelamaan malah ilang sense-of-writingnya ;)

  8. @sky & cahya:
    berarti kesulitan yang saya derita ini *lebay* bisa jadi karena saya tidak lepas dalam menulis? merasa harus begini dan begitu? Hmm ….

  9. Saya bukan penulis, hanya kebetulan gemar menulis. Kalau kegemaran tentunya harus mengalah dengan hal-hal yang mendapatkan proporsi sebagai prioritas, misalnya profesi :) .

    Tapi kalau senang menulis, saya rasa mudah dan sulit itu sudah tidak akan terpikirkan lagi – IMHO.
    Cahya recently posted… » Navbar on WordPress 31

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge