Renovasi

Sudah sejak lama berniat untuk merenovasi ruangan di lantai 2 yang layout ruangannya terdiri dari  lesehan untuk 8 pc  dan 5pc untuk kursi. Khusus untuk yang lesehan  sengaja dibuat seluas mungkin biar yang nge-net ga desak-desakan. Niatan renovasi semakin membuncah ketika ada beberapa klien yang mengeluhkan suasana kumuh setiap mereka kebagian nge-net di lantai 2. Ditambah lagi adanya laporan kalau ternyata ada saja klien yang menyalahgunakan tempat yang disediakan, ada yang cuma numpang tidur, ada yang numpang pacaran, ada juga yang numpang ‘mesum’.

Terakhir ini yang parah, ga tau diri bangetlah pokoknya. Sayangnya Operator tidak bisa memantau karena tidak ada CCTV, jadi selalu saja taunya dari klien yang berbaik hati melaporkan. Sehingga kadang-kadang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kalau dilihat klien itu berpasangan dan mencurigakan, terpaksa deh ada satu orang yang ‘dipasung’ untuk nge-net persis di depan pasangan itu. Hal in dilakukan agar mereka tidak berani melakukan perbuatan yang tidak senonoh alias ber-mesum ria.

Maka dari itu, tempat lesehan yang tadinya luas, sekarang dipersempit dan tadaa dipasang CCTV plus interkom. Rencananya, kalau sudah seperti itu pun nanti masih ada juga yang mencoba ber-mesum ria, mau diteriaki aja via interkom, biar malu sekalian. Gpp deh kalau pelaku mesum ga mau nge-net di sini, ketimbang nanti jadi tercemar. Fuihhh … ! Keluhan itu benar-benar merasuki ke dalam jiwa sehingga merasa harus segera melakukan perubahan sebelum para pelanggan yang setia kabur satu per satu.

Disain ruangan yang baru sudah ada, recehan buat biaya renovasi juga sudah ngumpul, tinggal mengeksekusinya saja. Terus kenapa tidak dieksekusi saja segera? Masalahnya cuma satu, eh tidak tepat sebenarnya kalau dikategorikan sebagai masalah, karena memang bukan  sesuatu yang bisa dianggap sebagai masalah. Ketika kami (saya dan suami) membahas tentang tukang yang akan mengerjakan renovasi itu, pilihannya adalah kakak tertua-nya alias kakak ipar. Buatku tak masalah karena sudah pernah dipuaskan dengan hasil kerjanya, cepat dan bagus. Hanya saja, di waktu yang kami inginkan, pekerjaan si kakak tidak pula bisa ditinggalkan, yang artinya kalau masih mau pakai tenaganya ya harus mau menyesuaikan dengan jadualnya. Jadi gimana? Ya, ga gimana-gimana hehehe wong suami keukeuh tidak mau mencari tukang yang lain. Bagus juga, jadi bagi-bagi rejeki sama keluarga sendiri aja yah. Selain itu, kalau tukangnya masih keluarga sendiri lebih fleksibel, boleh minta dibuatkan rak ini dan itu sesuai keinginan :D Itu dia nilai plusnya, yang engga bakal bisa didapat kalau pakai tukang lain.

Dan pertengahan Desember 2010 kemarin sudah dimulai dong renovasinya, bikin-bikin meja sesuai dengan yang diidam-idamkan. Semestinya minggu ini semua sudah beres, tapi apa mau dikata, yang jadi kendala malah di tukang kusen bin kaca. Janjinya mah dari Senin yang lalu pengerjaan satu hari juga kelar, eh kenyataannya mana? Mundur aja beberapa hari, dan tiba-tiba hari ini, iya, hari ini, hari Sabtu – hari yang biasanya pelanggan mbludak – ujug-ujug tukang kusen datang dengan semua pernak perniknya. Sebenarnya tanduk udah nongol di kepala, asap sudah menguar di sekeliling tanduk, cuma yaaa ini tahun 2011 – mencoba sabar, mencoba tidak marah-marah, mencoba menerima mungkin memang hari inilah yang terbaik untuk pasang sekat kacanya. Sampai detik ini sukses lancar jaya, belum meledak, semoga tidak ada ledakan (amarah) sampai semua tuntas :D

Soal amarah ini sebetulnya bukan melulu karena keterlambatan si tukang kaca dari jadual, tapi lebih kepada janji palsunya. Alkisah dia yang dipercaya memasang pintu di ruko ini juga di ruko adekku. Tapi sudah sebulan terakhir itu pintu perlu sentuhan tatih tayang tukang kaca; yang satu kalau dibuka beratnyaaa ampun-ampun, sepertinya engselnya ga pas atau gimana deh; nah pintu di ruko adekku kalau didorong bunyi nyit nyit suara pintu beradu dengan lantai yang artinya itu pintu turun ‘kan? Ketika dua hal ini dikasi tau ke tukang kaca, jawabnya iya nanti dibetulkan, tapi dia bohong, janji surga belaka. Doh! *neplak jidat*

Jadi kepikiran, kenapa ya usaha-usaha yang dikelola perorangan susah sekali dituntut profesionalitasnya? Kesannya seperti orang jual lepas saja, padahal sedari awal saya sebagai calon klien mereka sudah mewanti-wanti bahwa jika saya jadi pakai jasa mereka maka saya mengharapkan adanya after sales service. Permintaan ini biasanya di-IYA-in dengan cepat, mungkin itu dilakukan agar uang langsung dicairkan. Tapi kali ini saya pengen banget memberi pelajaran sama tukang ini, pelunasan baru akan dilakukan kalau komplen-komplen itu diberesin, karena sepertinya kalau sudah dilunasi yang ada nanti malah ga akan dilongok lagi seperti selama ini. Komplen by phone cuma diiyain doank, didatangi bilangnya ntar, parah kan?

Bagaimana ya mencekoki isi kepala mereka bahwa Customer Satisfaction is Number UNO???  Jangan-jangan saya yang sudah tidak waras mengharap mereka bisa memahami hal di atas :D

Ok, mari kita lihat apakah mereka yang akan memenuhi harapan saya atau saya harus bersiap untuk kecewa? Hmm …

6 thoughts on “Renovasi

    • iya mba, karena rasa tanggung jawab itu pula ini kami jadi keluar uang ekstra utk beli kamera biar bisa mantau terusss :D

      terima kasih sudah mampir yaaa

  1. biasalah, orang yang udah g punya moral dan urat malunya udah putus ya kan kek gitu.
    di mana aja asal ada kesempatan, hajarrrr, mana dia pikirin klo ulahnya itu bikin sial aja.
    makasi doanya :)

  2. bukan sebel2 lagi :P
    iya, semoga sama2 sukses :D

    iya niy, alhamdulillah dapat rukonya 2lt, jadi bisa disekat2.
    yang ini niatnya mo bikin ruang vip yang perlengkapan game-nya pake razer semua :D
    mampir juga dong ke http://www.kbs24.net yaaa

  3. Sebel ya nungguin tukang kaca, hea ha :P
    Warnetnya keren ya, dua lantai gitu. Sukses deh buat warnetnya, semoga bisa berkembang. Amin..
    Salam.. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge