!@#$%^&*())__+$%^#@&*!@#$%^&*())__+$%^#@&*!@#$%^&*())__+$%^#@&*
Aaaaaaaaaaaarrrrrggggghhhhhhhhhh…………….?
Pernahkah anda merasa harus menyimpan sebuah RAHASIA?
Bagaimana anda mampu menjaga RAHASIA?
Atau anda bukan orang yang mampu menjaga RAHASIA?
Mengapa anda mau menjaga RAHASIA itu menjadi RAHASIA untuk selamanya?
Masihkah ada RAHASIA yang harus anda jaga agar RAHASIA itu tetap menjadi sebuah RAHASIA?
RAHASIA yang bagaimana harus dijaga kerahasiaannya??
!@#$%^&*())__+$%^#@&*!@#$%^&*())__+$%^#@&*!@#$%^&*())__+$%^#@&*
Seringkali kita dengan mudah mengucap JANJI untuk memegang RAHASIA.
“lu bisa pegang rahasia gw?”
“bisalah” jawaban spontan.
“Janji?”
“Iya beres, gampang, masak lu ga percaya ma gw?”
atau kadang-kadang malah dibumbui kalimat berikut.
“emang lu ga percaya sama gw? klo ga percaya, ya udah, lu ga usah cerita sama gw!” jawab si sahabat ketus.
Padahal dia tau bahwa sahabatnya itu sedang butuh teman bicara, butuh seseorang yang mendengarkan keluh kesahnya. Ketika si sahabat menanyakan apakah dia bisa memegang rahasia, bukan karena dia tidak percaya, tapi si sahabat butuh diyakinkan juga meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia benar-benar bisa mempercayai sahabatnya. Apalagi, rahasia itu – mungkin saja – aib terbesar yang pernah dia alami.
Tapi, apakah ketika seorang sahabat menjawab seperti di atas, sudah menjadi satu jaminan dia akan menyimpan rahasia itu dengan taruhan nyawanya? BELUM TENTU! Bahkan kecenderungannya tidak. Kenapa? Karena jawaban yang seperti itu, menurut pengalaman saya *entah kalau anda* merupakan yang tanpa dipikir *malah cenderung pengen cepet tau apa siy rahasianya?*.
Saya pernah menitipkan sebuah rahasia kepada seorang sahabat, dan ketika saya tanyakan kesediaannya, dia menjawab seperti ini.
“Jika itu sebuah rahasia yang teramat besar, dan jika ada keraguan di hatimu untuk menyampaikan kepada saya, sebaiknya jangan. Sebab saya masih manusia biasa, saya sangat mungkin khilaf.”
Saya malah semakin mendesaknya untuk mendengarkan rahasia saya. Lalu, apa katanya?
“Kenapa kau memilih menceritakannya pada saya? Kenapa tidak kau ceritakan saja rahasiamu pada Tuhan, di mana rahasia apapun pasti terjamin kerahasiaannya sampai akhir hayatmu?”
Saya kesal campur sebal. Dia sahabat saya, seharusnya dia mau mendengarkan saya, menampung keluh kesah saya, tetapi kenapa dia malah berkata seperti itu. Memang dia bukan satu-satunya sahabat yang saya punya, tapi saya ingin dia yang menyimpan rahasia ini, bukan yang lain. Rasanya saya hampir menangis, tidak sanggup menyimpan rahasia ini sendiri.
“Ni, saya berkata seperti itu, jangan kau anggap karena saya tidak mau kau berbagi dengan saya. Tapi saya ingin kau tidak bergantung pada manusia. Sebaik-baiknya seorang sahabat, maka tetaplah Tuhan tempat terbaik untuk menyimpan rahasiamu.”
Saya tak ingin berdebat lagi dengannya, yang jelas hasrat untuk berkeluh kesah sudah menguap begitu saja. Saya pikir ada baiknya saya mencoba untuk menceritakan saja rahasia ini kepada Tuhan tidak kepada manusia.
Berselang bulan, saya sampai lupa kalau saya pernah punya rahasia yang saya titipkan pada Tuhan, dan saya tidak merasa terbebani lagi sejak itu, yang paling penting pula saya tidak ketakutan jika satu hari rahasia itu dibocorkan.
Tulisan ini saya buat bukan karena saya kecewa karena ada sahabat yang membocorkan rahasia saya, bukan juga karena saya tidak bisa dipercaya untuk memegang sebuah rahasia, tapi saya menuliskannya karena saat ini saya diminta untuk menyimpan sebuah rahasia besar, yang kadang-kadang saya lupa kalau rahasia itu ada, tapi di waktu-waktu tertentu rahasia itu muncul dan tentu saja hal itu mengganggu saya.
Saya kuatir, jika satu saat saya tidak mampu memegang teguh janji saya. Mungkin, saya harus mengikuti saran sahabat saya, untuk menitipkan saja rahasia ini pada Tuhan, agar saya tidak terus terbebani, setelah itu sebaiknya melupakan kalau rahasia itu ada. Ya, sebaiknya begitu!
hehehe kayaknya blom kenalan ama reporter inpotemen deh …
salam kenal juga
monggo klo mau tukeran link *langsung lapor sama suami klo ada link yg mo dipasangin
*
asal tidak diceritakan aja di infotainment atau status FB
salam kenal….
bisa tukaran link?
Saya termasuk orang yang ga suka ngomong yang ga berguna, biasanya ngomong yang penting-penting saja.
Jadi kalau ada orang yang ngomong “INI RAHASIA LO, JANGAN NGOMONG KESIAPA-SIAPA” saya merasa aneh.
ded recently posted… » 28 TAHUN
jadi engga pernah nitipin/dititipin rahasia dong? Enak sekali hidupnya *ngiri*
nique recently posted… » Quick Weight Loss Tips
all : huehuehue ….
nique recently posted… » Writing in Confusion
saia? #eh
emang rahasianya apa sih? *kompor mode ON*
indobrad recently posted… » Mata Genit
Saya dari dulu (seinget saya) gak pernah nitip rahasia ke orang lain ataupun mau dititipin rahasia. Ada semacam “tekanan” tertentu yg dirasakan. Huhu..
Saya ?
Pegang rahasia ?
hmmmm … mudah-mudahan bisa …
jujur saja …
saya bukan tipe yang suka nongkrong atau ngobrol ngalor ngidul …
Salam saya Nike
nh18 recently posted… » KRL…OH…KRL