Being An Aunty

Ok, mari kita mulai episode jurnal dengan predikat saya sebagai seorang AUNTY. Tolong dicatat bahwa predikat sebagai seorang aunty  bin nanny ini saya lakukan sebagai full-time job :D dari jam 9pagi – 19malam. Bahkan untuk waktu-waktu tertentu bisa lebih malam lagi, tergantung mama-nya para ponakan ini pulang jam berapa dari kantornya.

Contohnya saja, seperti beberapa hari menjelang tutup tahun kemarin, orderan di kantor mamanya malah mbludak, jadi mau tdak mau ya mamanya bahkan terpaksa harus menginap di kantor.

Sebelum kebingungan melanda, ada baiknya dong jika diperjelas apakah saya ini aunty jadi-jadian atau aunty beneran :D Kedua bocah ini, yang berpredikat keponakan buat saya, yang satu ganteng – Reza namanya, yang satunya cantik kenes – Egi – begitu kami biasa memanggilnya. Reza akan berulang tahun yang ke-7 bulan April besok, sementara Egi baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5 tanggal 1 Januari kemarin.

Mereka berdua adalah keponakan kandung, karena almarhum ayah mereka adalah adik kandung saya, jadi otomatis mamanya adalah adik ipar saya. Sepeninggal adik saya sejak Juni 2006, memang kami bahu membahu dalam hal mengawal kedua bocil ini menapak keseharian mereka. Biasanya kedua bocil ini dititipkan kepada saya, ketika mbak pengasuhnya mudik atau sakit. Atau kadang-kadang saya yang kangen, jadi saya ‘culik’ mereka untuk menginap di rumah di saat weekend. Maklum, waktu itu saya masih single, dan sering kesepian di rumah, daripada manyun mending berbagi keceriaan dan kerepotan dengan meeka toh LOL

Begitulah, sampai Lebaran kemarin, si mbak yang baru menikah menyatakan tidak akan kembali lagi. Nah lo??? Semua kelimpungan, semua sibuk mencari mbak yang baru untuk kedua bocil ini. Beberapa kali ada yang diseleksi, tapi akhirnya ditolak karena beberapa hal yang tidak masuk ke dalam kriteria. Padahal, kedua bocil ini setiap hari harus sekolah, sementara mamanya wajib bekerja, karena mamanya yang jadi bread-winner.

Rembuk sana sini, awalnya si abang dititipkan di rumah adik yang juga punya anak sebaya si abang, apalagi sekolahnya juga sama, cuma beda jam masuknya saja. Jadi si abang baru akan pulang ke rumahnya Sabtu sore untuk dijemput lagi Senin pagi. Sementara si dede, pagi diantar mamanya ke sekolah yang letaknya dekat rumahnya, lalu siangnya kami yang akan jemput dan mengasuh dia sampai sore, menunggu dijemput mamanya pulang kerja.

Rupa-rupanya si abang tidak cukup happy karena tidak bisa bertemu mama dan adiknya setiap hari, dan akhirnya si abang kembali ke rumah. Lalu, siapa yang akan antar jemput si abang ke sekolah? Saya beruntung bersuamikan laki-laki yang baik hati ini, karena dia bersedia menjadi ‘ojek’ buat keponakan tersayang. Dengan begitu, kami berdua menjadi pengasuh tetap buat kedua bocil ini setiap hari Senin – Jumat, bahkan terkadang Sabtu juga, jika mamanya terpaksa masuk kantor.

Jadi, rutinitas bersama kedua bocil ini sudah berlangsung 3 bulan ini, dan sampai hari ini masih juga belum menemukan mbak pengganti yang sesuai dengan harapan. Semoga saja tidak sampai harus menunggu lebaran 2011 kelar yak.

Nah, bagaimana keseharian bocil ini, nantikan di episode berikutnya ya hahaha … *pede abis niy ceritanya*

10 thoughts on “Being An Aunty

  1. terima kasih doanya ya tante choco (si abang sangat addict sm choco, smp obat pun klo ada mau rasa choco haha), masih terus berusaha niy mencari nanny yang sesuai harapan :D

    nique recently posted… » Writing in Confusion

  2. Wah, sungguh Om dan Tante yang baik hati kalian :) jadi terhura nih.
    Semoga semua berjalan baik ya dan segera mendapat nanny yang baik buat abang dan adek.

    • alhamdulillah, tapi jauh dekat siy sebetulnya relatif ya bu, masalahnya ada di HATI, mau apa engga bahu membahu. o ya, satu lagi, kesempatannya ada ato engga? Kalau saya dan suami, kebetulan bekerjanya kan tidak terikat, dan belum punya momongan pula. semoga aja ceritanya tidak akan berbeda walau nanti punya anak sendiri.

    • huahahaha …. aa, ada yg ndaptar niy? eh ndaptar jadi apa pi?
      jadi nanny-nya ato jadi anak asuhnya? LOL

      hmm … boleh siy klo mo dibikinin, tapi udah liat daftar tabel biayanya kan? Wkwkwkwkwk

      nique recently posted… » Aya naon yeuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge