Laundry Kiloan

Hari ini aku mo ngomongin tentang Laundry Kiloan.
Apa sebab? :D
Ini gara-gara sebulan ini, rewang iparku mudik. Iya, mudik, dia mudik dalam rangka menikah. Janjinya siy kembali awal Juni ini. Ga tau juga apakah dia akan menepati janjinya atau tidak. Kita liat saja nanti. Tapi sambil menunggu dia kembali, rutinitas hidup tetap berjalan toh? Artinya prosesi ganti baju tetap dilakukan setiap hari. Artinya lagi, akan ada tumpukan pakaian kotor yang menanti dicuci dan disetrika. Apa susahnya mengerjakan ini semua? Bukankah hampir sebagian besar perempuan dalam hal ini para ibu melakukan kegiatan ini hampir setiap hari? Entah itu secara manual atau menggunakan bantuan mesin cuci, tapi intinya ya kegiatan cuci mencuci dan setrika-setrikaan.

Urusan ini sebenarnya engga susah sama sekali, cuma klo diitung2 tenaga dan waktu yang dikeluarkan untuk ini, kok tidak berbanding sama ya dengan jumlah yang dikeluarkan jika menggunakan jasa kiloan. Mencuci dengan mesin cuci membutuhkan waktu sekitar 30menit lebih. Menyetrika menyita waktu pasti lebih dari 30menit. Belum lagi bicara tentang tenaga yang dikeluarkan.

Menimbang 2 hal tersebutlah maka aku berinisiatif untuk mencari laundry kiloan saja. Apalagi aku sudah pernah mengecap manisnya jasa mereka. Sebulan hanya mengeluarkan 100rb saja, dan semua sudah bersih, rapi dan wangi. Tentu saja memang harus mencari tempat laundry yang profesional agar tidak ada pakaian yang hilang. Bagaimana soal CACAT? sO SO lah … bukannya cucian/setrikaan yang dikerjaan sendiri ataupun oleh rewang, tetap saja selalu ada kemungkinan jadi cacat? Namanya saja human error, selama masih dikerjakan manusia ya pasti ada. Enaknya malah klo nyuci di Laundry kiloan, kita bisa klaim klo mereka melakukan kerusakan.

Sempat kesulitan mencari laundry kiloan di lingkungan tempat tinggalku yang sekarang. Dan kenyataan ini yang napsu bisnis ku jadi terkilik2. Mengingat kesibukan orang2 sekarang, pastinya banyak yang punya pikiran seperti aku ini. Apalagi, baru2 ini ada klien yang cerita klo dia harus ngeluarin uang 300rb untuk cuci setrika SAJA. Hueekk … !!! Mahal ajeeee … ! Setelah keliling2 dan cari2 info, tanya sana dan sini, akhirnya ketemua juga 2. Tapi yang 1 sudah tutup bin bankrut.

Laundry yang ku temui ini ternyata AGEN-nya yang dititip di salah satu warnet. Dan melihat ini aku semakin ngotot untuk menjajal bisnis ini. Namun swami menyuruhku bersabar sambil mempelajari lebih jauh terlebih dulu soal bisnis ini. Agar benar-benar menguasai segala sesuatunya kelak. Masuk di akal juga siy.

Sampai kemarin sore, seorang klien yang mau nge-print ngajak ngobrol. Awalnya ya ngalor ngidul. Biasalah basa-basi tipikal kaum marketer :D Klop sudah, karena ketemunya ya modelan yang cangkemnya susah mingkem LOL. Baru kemudian aku tau klo si mas ini punya usaha Laundry kiloan, dan ujung2nya ya nawarin kerjasama setelah mengetahui minatku terhadap bisnis yang sudah dia jalankan.

Menurut dia; bisnis ini diawali dengan 2 mesin cuci dan 2 karyawan. Dan dalam waktu 2 tahun ini, dia sudah berhasil mengembangkan bisnis ini dengan 24mesin cuci dan 50karyawan. Semua ini melayani puluhan agen dan beberapa outlet. Keren ya! Jadi feelingku selama ini udah bener, bahwa bisnis ini termasuk salah satu bisnis yang menjanjikan. Ya iyalah, klo engga, mana mungkin masuk ke dalam daftar majalah Franchis*, bahwa bisnis Laundry termasuk di dalam daftar dari 100 jenis usaha yang ‘applicable’.

Ini pasti bukanlah suatu kebetulan jika sore kemarin aku bertemu dengan orang ini. KU yakini Tuhan pasti sudah punya rencana buatku :D Kita lihat saja nanti. Dan hari ini aku mengawali dengan niat menjadi agen saja dulu, sambil terus belajar dan mencari tempat yang pas untuk memulai usaha laundry kiloan yang konsepnya tentu saja beda dengan apa yang sudah dibuat oleh mas tadi.

So, ada yang mau share bisnis ini denganku? :)

Asal Nulis

Setelah sekian bulan tidak punya wadah nge-blog, dan dalam masa-masa itu hasrat nge-blog datang dan pergi sesuai suasana hati. Terkadang hasrat nge-blog begitu menggebu-gebu, tapi di lain waktu malah ga ada keinginan sama sekali.

Ketika hasrat menggebu-gebu, sudah pasti swami dimanyunin, karena masih belum juga dibuatkan blog baru. Sekarang ganti dimanyunin swami, karena sejak blog baru ini ada, belum juga aku mulai bangun dari tidur panjang.

Ini pun menulis, karena baru saja minta diajari main game on line, tapi malah disuruh nge-blog ajah. Wew!!! Padahal lagi *stuck* niy, ga tau mau nulis tentang apa dulu. Yang jelas, segera pengen nulis tentang ETIKA BERKOMUNIKASI di antara anak-anak dan remaja. Kenapa mengangkat isu ini?

Alkisah, sejak setiap hari nongkrongin warnet, dari pagi sampai malam, kadang sampai pagi, dan hanya mencuri beberapa jam untuk terlelap sejenak di antara waktu-waktu itu, maka dapat melihat dan mendengar sendiri, betapa minimnya etika berkomunikasi di antara anak-anak dan remaja ini. Menyedihkan sekali bahkan!

Ok, ini sudah mau jam 5sore, mau ambil nomor antri dulu di dokter, moga2 mood menulisnya engga hilang :D Nanti diteruskan dengan episode tentang itu tadi yah yah .. :)