Kisah si “Peuyeum”

AAA

“…….kenapa *peuyeum* buah tangan seorang `Insinyur` lebih bisa dihargai *orang* daripada buatan seorang pengangguran? pdhl hasilnya sama aja…..”

peuyeum

 

 

 

 

 

 

 

Begitu teks yang ditulis swami di Plurk.
Hmm… tidak seperti biasa niy, kok swami bikin ‘status’ kek gitu yah….
Mungkin akan ada segelintir orang yang paham, karena lagi2 ini masalah apresiasi.

Sempat menjadi perbincangan yang hangat pagi tadi sambil menyantap sarapan nasi uduk yang gurih dan enak ditemani teh tawar yang panas.

“A, baca deh ini …. tadinya pengen tth kasi komentar bla bla … “

“Bikin aja … “

“He? Aa ga marah klo tth tulis begitu?”

“Engga, bikin aja.”

Swamiku yang pendiam dan tidak banyak bicara, sehingga sulit bagiku mengartikan diamnya, marahkah dia? Sampai aku membaca statusnya yang di Plurk itu, maka mengertilah aku. Tapi aku batal mengomentari (lagi) status seseorang itu, tepatnya siy menunda, karena tidak mau meninggalkan jejak negatif hehehe … (2010 ini pengennya positif2 aja deh).

Cuma rupanya status seseorang itu meninggalkan kesan yang mendalam (kekecewaan) bagi swami sehingga menuliskan seperti itu di Plurk. Ya sudahlah,selalu ada hikmah dari setiap kejadian bukan?! Begitu pula kali ini, ‘feeling’ istri mungkin tidak selalu benar, tetapi mungkin patut dipertimbangkan. Seseorang itu memang tidak tau bagaimana ‘hectic’nya swamiku, namun masih menyempatkan diri (tepatnya memaksakan diri) untuk menyanggupi dan menyelesaikan permintaan teman-teman yang sangat dia hargai.

Tetaplah berbuat baik, walau terkadang harus menuai kecewa :)

3 Comments

  1. “…….kenapa *peuyeum* buah tangan seorang `Insinyur` lebih bisa dihargai *orang* daripada buatan seorang pengangguran? pdhl hasilnya sama aja…..”

    salah satu bukti bahwa orang masih senang melihat siapa daripada apa yang diusahakan dan dihasilkannya.

    • hehehe maaf bi, selain baru belajar menulis, juga terpaksa hati2 menulisnya agar tidak menimbulkan konflik (dulu).

      terima kasih mau bersusah2 memahami tulisan ini :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Masih tentang Giveaway | nicampereniqué.me - [...] dia telah berusaha keras untuk memahami tulisan saya yang berjudul Kisah si Peuyeum Menghargai usaha Abi-nya Sabila yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

GACAPE

May 18th, 2013

Hayooo .... ada yang pernah dengar/baca GACAPE? Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendeng...

Potret Biskota Kita

Potret Biskota Kita

May 17th, 2013

Prihatin! Tahukah kalian apa yang membuat saya prihatin? Itu lho, perhatikan gambar di atas, para...

Menjaga Silaturahmi

Menjaga Silaturahmi

May 12th, 2013

Pernahkah kita memperhatikan atau menyadari, ketika memberikan ucapakan selamat pada yang berulang t...

No thumbnail available

Kamis Manis

May 9th, 2013

Pertama, mau curhat dulu :( Eh blom curhat udah manyun duluan yak :( Iya nih, sudah sebel tingkat be...

No thumbnail available

Jangan goda polisi dengan uang damai

May 6th, 2013

Pernyataan Kapolda Metro  di merdeka.com pagi ini sangat menggelitik. Jangan goda polisi dengan uang...

Categories